Rabu, 02 Juli 2014

Such A Long Time!

Hi. Aneh juga rasanya, setelah sekian lama numpuk posting-an di laptop, dan ga pernah di post cuma karena "belom selesai," hehe. So, karena nge-blog termasuk resolusi 2014ku, yah mana mungkin aku berhenti nulis juga. But after all this time, kayaknya passion menulisku menurun. Seiring dengan sumber 'inspirasi' yang kini engga tau apa maunya, dan kemalasan luar biasa. Uhm, tapi gatau juga, nanti setelah masuk kelas 11 (science. hiks.) apa makin aktif karena makin stress. :))

Yah, sedikit bocoran aja buat Nancy yang kangen .. Aku lagi nulis cerita pendek (banget) tapi ya gitu, idenya datang dan pergi. So, yes. It takes a looooooong time to finish it, tapi semoga aja bisa ditangkep maknanya, for all the readers out there, thankyou!!

Mungkin selama ini ada yang tanya, kemana aku ga ngepost? (gak ada kok)
Err.. Kadang aku ngalami writer's block ga karuan, so aku pilih stop menulis, dan mengumpulkan ide-ide itu untuk dijadikan satu. Any idea how to stop thos fcking stupid condition? Sebagai orang yang hobi mikirin (hal ga jelas) dan hobi menulis, ini menyakitkan :'')

And for movie/music review, I've got a lot post!! Beberapa film terbaru yang udah aku liat, uhmm .. Ada Maleficent, The Fault In Our Stars, dan Transformers 4. Mau bikin resensi lengkap, tapi ngetik sampe kata ini aja udah pegel jarinya. Huhu T^T Dan untuk lagu, ada album 'Ghost Stories' dari Coldplay, Sensual Passion (lagu mandarin), Fire Within (lama) dari Birdy dan In the Lonely Hour dari Sam Smith. Pingin beli Head or Heart, tapi kok kayaknya ..
Novel?
Udah lama ga koleksi, sih. Baru aja beli.novel dari John Green, The Fault In Our Stars dan Abundance of Katherine. Pingin ngumpulin Mortal Instruments sama yang Clockwork itu, sama Hunger Games. Tapi ... Sinlui ada semua. Huahaha :))

Okaay, last. Galau emang penyakit saya, kayaknya. Sejenis kanker yang di kemo sampe bulu kakiku rontok juga ga bisa hilang. Some problems just appearing...and poof! Our suspect was gone! Udah deh, jadi berasa the end. But, the way he smile masih terasa menggerogoti hidupku. Dan hal ini terjadi saat aku membuka pintu baru. Sayang, isinya sama. Same shit, different guy. Ugh ..
Wisdom wordsnya, sih, JANGAN JATUH CINTA. Siapa sih yang mau jatuh? Suka boleh, sayang boleh, sampe nge fly juga boleh, tapi .. mendarat yang aman, ya. Jangan jatuh. Sakit. #sokbijak #sendirinyanubruk
Banyak sih yang mau diceritain, tapi kayaknya enak dibikin cerita, deh. Mungkin diluar sana ada yang senasib, atau ada yang memang setega itu *oops*

So, I'm hoping this post will be my reminder to keep writing! Soon I'll post my music/movie review, tiny little story (whaaaat?!) and a little story from my lovely class, XH. Udah ngetik dari mau UKK, tapi sampe sekarang males nge-post. Bantuin aku supaya tetap menulis ya, cause I'm still supporting all the bloggers all around the world. Thank you for reading!! <3

ps: i love you.

Jumat, 02 Mei 2014

Mainan Rusak

Jaman kita kecil dulu, enggak lengkap rasanya kalo ga pegang mainan. Yah, makanya aja ada julukan 'MKKB' alias masa kecil kurang bahagia, biasanya sih dibuat julukan ke orang yang udah gede, tapi hobinya main aja.
Nah, namanya juga anak kecil, diserahi mainan juga bakalan rusak, kan? Sebagian orang tua memilih memperbaikinya, walaupun sebagian memilih menyimpannya di gudang.
Suatu hal yang sudah pernah kita perbaiki, pastinya kualitasnya tidaklah sama seperti kalo kita beli baru. Secara fisik, mungkin ada sedikit cecel, baik terlihat maupun tidak. Bayangkan kalo kita memakai mainan yang sama untuk berkali-kali, lalu merusaknya lagi, dibenerin lagi, rusak lagi, begitu seterusnya sampai akhirnya mainan itu benar-benar sudah ga bisa dibuat mainan, dan ga layak disebut 'mainan'.

Sama seperti hal-hal di dunia ini, terlebih yang namanya dengan hubungan dengan seseorang. Berulang kali kita berusaha memperbaiki, kemudian berpura-pura semuanya sama seperti baru, kenyataannya?
Dan semakin lama, ketika mainan itu semakin rusak, akhirnya kita  memilih untuk membuangnya.. Disitulah kita sadar bahwa sudah dari awal harusnya paham bahwa banyak hal yang tak mampu kita perbaiki sendiri.
Sama seperti anak kecil, kebanyakan orang dewasa juga bisa merusak 'perasaan', dan membuangnya begitu saja, seperti lupa bahwa mainan itu pernah memberinya kenangan-kenangan bahagia. Bahkan kepada Tuhannya sendiri, mungkin itulah yang mereka lakukan.

Senin, 28 April 2014

Filosofi Hidup Dari Kamar Mandi

Beberapa hari terakhir, mandiku terasa indah nan menyenangkan layaknya film india yang ceritanya lagi jatuh cinta terus nari-nari sambil meluk pilar. Kenapa? Karena rasanya badan ini harum nian, sampai ingin pingsan saja rasanya. hiks.
Enggak ding, ini serius. Boleh dikasih hastag #BasedOnTrueStory, terus dibikin novel, dibikin film, masuk oscar, di-remake, dikenang sampai kiamat. Tapi kalo liat ceritanya, sebenernya ga penting kok. 
Yah, masih berhubungan dengan kamar mandi dan sensasi filosofi hidup yang ia keluarkan dari dinding-dinding lembapnya. Sebelum cerita dimulai, aku kasih tips membaca cerita di bawah ini biar dapet bayangannya. 
Di kamar mandiku, ada 3 sabun cair yang model botolan. Botol-botol ini, fisiknya sama persis! Bekas botol sampo semua. Nah mereka bertiga biasanya berdiri berdampingan, persis di kiriku. Jadi, aku otomatis ambil yang berdiri paling kanan (paling deket sama badan sebelah kiriku). Paham? 

(botol) (botoll) (botolll)      (aku)

nah, aku ambil yang botolll. Si botolll sendiri berisi sabun mandi warna biru, esensi 'manly' banget. merek gatsb*. Si botolll ini, suatu kali pindah lokasi dan aku gatau kemana perginya ia, aku galau gundah merana mencarinya lalu putus asa #tsah. Akhirnya aku memilih memakai si botoll, yang notabene berwarna putih ala sabun wanita yg mengidamkan kulit mulus ala tahu bandung. Putih nan halus. 
Dan lembaran hidup baru pun kumulai. Mandi bersamanya terasa berada di Surga, baunya semerbak kemana-mana. Tapi giliran babak bilas-membilas, kayaknya si sabun dari botoll ini ga tega ninggalin aku. Nempel aja, jadi badannya masih licin-licin gimana gitu. So, aku terpaksa menghabiskan kuota air melebihi biasanya, demi si sabun botoll ini. Kalo udah kepepet telat sekolah, akhirnya aku terpaksa langsung lap pake handuk, bilas lagi, handukan lagi. Huh. 
Dan begitulah hari demi hariku bersamanya. 
Tamat. 
Hehehe, nanggung ya? Belom selesai lah, masih ada lagi. Ini baru menjelang klimaks. 
Suatu kali, waktu lagi enak-enak mandi, tiba-tiba aku membaui harum yang familiar. Bau sampo. Dari badanku. 
It means, selama itu, aku mandi pake sampo. greget banget, untung ga keramas pake odol. 
"Wah, rambutmu kok baunya sama kayak gigiku?" kan ga lucu juga dibilang begini. 

Kadang, dalam hidup, kita melakukan banyak kesalahan. Ada yang kita sadari, banyak pula yang secara tak sadar. Masih bagus kalau kita akhirnya mampu membedakan ini benar-ini salah. Karena, pada kenyataannya kita lebih memilih untuk menutup mata pada kenyataan yang ada. Seperti contohnya, aku tadi. Mandi pake sampo. Mungkin, aku langsung setuju-setuju aja karena sampo emang baunya enak, jadi aku ga sadar kalo selama ini mandi pake sampo. Untungnya sekarang udah tobat, sampo rumah abis mendadak kena saya. Huhu

So, mungkin kesimpulannya kaya gini. 
Jangan menutup mata, telinga bahkan mulutmu untuk suatu kesalahan yang kau rasakan. Speak up, and do the right things! 
Dan jangan mandi pake sampo. Licin. 

Senin, 21 April 2014

ibuk.

Resensi Novel 'ibuk' - Iwan Setiawan

'Ibuk melalui hidup sebagai perjuangan. Tidak melihatnya sebagai penderitaan.' - hlm 240

Judul    : ibuk,                                      Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Penulis : Iwan Setiawan                        Tahun terbit     : 2012

Salah satu novel inspiratif yang dapat kita temui di Perpustakaan Thomas Aquino SMAK St Louis 1 adalah novel 'ibuk,'. Novel ini merupakan novel kedua karya Iwan Setiawan sesudah '9 Summer 10 Autumn'. Dalam buku ini, kita dapat lebih mengerti mengenai kisah hidup dari Iwan alias Bayek. Ibuknya seorang gadis polos, Tinah yang jatuh cinta dengan seorang playboy pasar Batu, Sim. Keduanya memutuskan untuk menjalani hidup bersama, baik senang maupun susah. Keluarga sederhana tersebut mempunyai 5 orang anak, yakni Isa, Nani, Bayek, Rini dan Mira. Ibuk membesarkan mereka dengan kesederhanaan serta kerja keras sang Ayah yang setia membawa bemonya berkeliling kota Batu. Walaupun hanya bisa makan dua butir telor dadar untuk 7 orang, mereka merasa hal tersebut merupakan 'lem' yang merekatkan mereka bersama.
Pekerjaan ayahnya sebagai sopir angkot memang berat. Kadang, uang belanja ibuk terpaksa digunakan untuk mereparasi angkot bapak. Ibuk terkadang menangis sesenggukan. Hal tersebut membuat Bayek bertekad untuk membahagiakan Ibuk. Ibuk terus berdoa setiap hari agar kelima anaknya mendapatkan pendidikan yang layak, didasari pengalaman hidupnya yang tidak tamat SD. Sang ibuk terus berusaha menyisihkan uang untuk membayar SPP, walaupun harus berhutang sana-sini.
Salah satu bagian menarik dalam novel ini adalah ketika Ibuk bertemu dengan Mbah Carik, sang orang pintar di desa mereka. Mbah Carik melihat Bayek yang berjalan di belakang Ibuk, dan ia mengatakan bahwa suatu saat nanti, Bayek mampu membahagiakan keluarga mereka. Awalnya, Ibuk tak menanggapi hal tersebut dengan serius. Namun, belasan tahun kemudian hal tersebut terbukti dengan hasil kerja keras Iwan. Novel-novel karyanya meledak di pasaran, diiringi dengan kualitas yang menjanjikan. Novel ini sendiri, bisa dianggap sebagai 'buku keluarga' yang Bayek maksud dalam novel ini. Ia pernah mengungkapkan bahwa keluarga mereka tak memiliki foto keluarga, dan ia memilih untuk menulis buku tentang keluarga manisnya.
Berkat keteguhan doa Ibuk dan Bapak, Bayek pun akhirnya mampu memulai karirnya di New York. Selama 9 musim gugur dan 10 musim semi ia lewati di sana sebelum akhirnya memutuskan kembali ke Batu untuk berkumpul bersama keluarganya. Namun sayang, suatu ketika sang ayah jatuh sakit, dan kemudian berpulang ke surga karena sakit. Sang ibuk sangat terpukul ketika belahan jiwanya berpulang, begitu juga dengan 5 anak mereka yang kehilangan panutan hidupnya.
Bagi kalian yang suka membaca, ‘ibuk,’ termasuk salah satu yang patut dibaca. Kisah dalam novel ini mampu membuat kita semua tersenyum, tercengang dan merasa bersyukur atas hal-hal yang mungkin terlihat kecil, namun melengkapi kebahagiaan di kehidupan ini. Banyak pelajaran penting dalam novel ini, diantaranya kerja keras dan ketekunan serta doa yang mampu membantu kita dalam mengarungi sulitnya kehidupan (/jen)


Senin, 14 April 2014

m a g i c .

Such a long time to not updating this blog, huh? I'm on-my-way to having my extra hell-time on my last junior time at Sinlui. Wish me luck, buddy. Ga kerasa ternyata sekarang udah bulan April. Bulan yang ditunggu-tunggu mulai awal Januari, kebingungan karena cuma punya empat bulan tersisa, dan ternyata empat bulan tersebut ga ada gunanya sama sekali, malah memperburuk situasi. Dan kalau sekarang tanggal 14, berarti ..

Senin, 31 Maret 2014

360°

Momen kehilangan bukanlah hal terbaik yang bisa dilalui oleh seseorang. Mungkin, kehilangan seseorang yang begitu menyebalkan akan menjadi bagian yang menyenangkan, tapi secara tak langsung kita juga menghilangkan sebagian kecil dari diri kita, yang dibentuk oleh sikap orang itu. 
Dari sisi manapun, yang namanya 'kehilangan' itu tidaklah indah.  Simpelnya, kalian kehilangan orang tua. Indah? Enggak. Kehilangan musuh. Enak? Iya. Tapi kalian akan menjadikannya indah ketika musuh itu menjadi teman.
Tapi kalau kehilangan sifat orang yang kalian pahami dengan benar? Mungkin rasanya seperti kehilangan sebagian jiwa... Tapi kalian tidak tahu kemana bagian tersebut pergi. Kalian merindukannya.. Menginginkannya kembali, tapi kenyataannya tidak semudah itu. Bagaimana rasanya kehilangan orang yang kalian kenal dengan baik? Bagaimana rasanya merindukan perasaan nyaman yang kini berganti menjadi rindu tak tersampaikan (karena entah dimana dia yang dulu) ? 
Aku ngerasa perlahan-lahan ada hal-hal kecil yang direngut oleh kenyataan, lalu disubtitusi dengan hal lain yang belum tentu kita terbiasa. Mungkin memang susah untuk mengambil peran di kehidupan seseorang ketika kita bukanlah pemeran utama. 
Kalau katanya keadaan ini sudah berbalik seratus delapan puluh derajat, aku sudah jungkir balik tiga ratus enam puluh derajat. Mungkin hal ini terus bergulir, hingga menyentuh angka tak terhingga. 
Dan, sebelum ini semua terlambat, katakan padanya. Karena biasanya perasaan tertinggal tanpa sempat terucapkan. Kalaupun pada akhirnya kalian merasa kecewa dengan kenyataan, setidaknya kejujuran yang menyakitimu. Truth hurts, lies heals

Senin, 24 Maret 2014

In Fact..

Few times ago, aku baru aja liat DP BBM temen tentang fakta psikologis.

"Ketika seseorang terlalu banyak tidur atau bahkan sulit tidur, kemungkinan besar ia sedang merasa kesepian" Hell yeah. Dulu aku sering kebanyakan tidur. Bukannya kesepian aja, depresi, stress, semua berkumpul menjadi satu. Dan sekarang, aku malah ga pernah bisa tidur dengan tenang. Menjelang jam 2 pagi aku baru bisa tertidur, jam 5 udah bangun lagi. Itupun sekarang harus dengerin lagu lagi, kaya dulu. Aku sempet berhenti dengerin lagu waktu tidur karena katanya otaknya nanti ga bisa istirahat, but it didn't change anything. I need super multivitamin, or maybe some weed to makes me happy.

"Ketika seseorang terlalu sering berkata kasar, kemungkinan besar ia sedang membenci dirinya sendiri" Well it shocked me first. Honestly, last few days, kerjaanku cuma misuhi orang lain dan aku ga ngerti kenapa. Bahkan untuk sekedar guyonan, aku harus ngumpat-ngumpat ga jelas. Padahal biasanya aku ga pernah separah ini dalam ngomongin kata-kata khas surabaya itu. Sampai pada akhirnya aku baca ini dan akhirnya aku paham. I'm hating myself. I'm hating myself for not having you, I'm hating myself for loving you, I'm hating myself for everything that I think I have, but in fact I didn't have anything.

I just don't understand why things change so fast. 3 weeks and .. Let it go, let it go! Sepertinya melepaskan seseorang merupakan ide terindah yang bisa direncanakan mulai sekarang. Mana ada orang yang bisa mempersiapkan kepergian orang lain yang ia sayangi? Maksudku.. Kamu ngerti dia bakalan pergi, dan sekarang kamu sudah siap-siap karena takut menerima perasaan tidak menyenangkan. Sucks. Ini lucu sekali.

Hidup ini penuh dengan ketidak adilan. Orang yang kamu lindungi dengan sepenuh hati, malah menjadi orang yang menyakitimu dengan pisau tertajam. Bahkan bukan hanya sekedar pisau, mungkin pedang-nya fruit ninja yang membelah-belah hatimu menjadi semangka yang 'mak-crott!'

And things that I completely don't understand is.. When you start forgetting someone, but everything that you do reminds me of them. HAHA! This is what it feels like. Hurt. Yaudah gitu aja. Mau ngelupain tapi malah diinget-ingetin. Situ nulis judul lagu yang tiap hari ta puter, bahkan aku sudah jatuh cinta sama acoustic versionnya. Situ nulis judul buku yang lagi ta baca, malah bikin orang jengkel. People thinks that I'm your huge fans. Lol. Aku ga ngerti. Kenapa dulu kita ga pernah kaya gini, sedangkan disaat aku mau angkat bendera putih semua seperti bilang 'JANGAN! Pegangan lagi! Kayaknya kalian masih jodoh!' No. If you love someone, you don't destroy them. But you did it.