Selasa, 12 November 2013

Hobby ..

Let's call everyone have a hobby.

Uhm, seenggaknya pasti ada satu, kan? Your wasting-time activity, your pleasure time.. Entah itu sekedar tidur, ngupil, olahraga, movie marathon, rendeman badan di bathtub, atau apapun deh. Don't say you didn't have any. Bahkan untuk sekedar stalkingin mantan di twitter (dalam jangka waktu yang berturut-turut.. ) yeah that's kind of your hobby.

So, here I am, wanna tell you something bout my hobby, my wasting time activity... my guilty pleasure activity.

Sederet aktivitas nonsense (buat kalian-kalian; buat aku ENGGAK) yang dijadiin jurnal harian. Hey, this is my personal blog, isn't it? Daripada diem-diem mati sendiri mikirin kalimat-kalimat nyelekit, mendingan jadiin aja bahan bacaan di kala nganggur. Yup, kerjaan di kala aku nganggur (salah satunya) adalah bukain blog. I mean, blog ku sendiri, ya ini. Kalo ada yang baca tulisan ini, mungkin cuma aku yang lagi kejepit di sekolahan yang udah mirip kuburan, terbunuh janji-janji yang dipatahin sendiri.

Start from number one ... EAT and EAT.
Hobi memasak jadi pelaku terbesar yang bikin aku ga bisa berhenti makan. Tepat 15 menit sebelum aku nulis ini, aku lagi duduk-duduk bahagia di meja makan, menyantap mie ijo (i'm not a vegan, but surely that taste really good kok), dua piring nasi putih buatan mama yang porridge look alike, ditambah satu risoles spesial sama tiga biji gorengan stik.

Jadi, nggak heran kalo badanku kaya anak babi disogrok air 1 galon, lha wong makan di malem-malem, apalagi makanannya begitu pula. But, why not? They say YOLO, mau aku gendut, aku kurus, what's ur problem? Mau diet, ain't nobody got times. Toh, kurus juga nggak jamin aku bahagia (ALESAN LU!) Ditambah lagi, kalo aku yang masak (jangan ngece dong, aku juga mau jadi mama yang baik buat anak-anakku nanti #tsaah) pasti .. porsinya ajegile. 2 orang bisa mati kekenyangan. Giliran makanannya enak, ada aja yang makan. Tapi kalo ga enak, innalilahi, mati deh.

Number two, mewek-mewek ga jelas habis baca novel picisan.
Ya-ya-ya, emang tipe cewek mellow. Badannya aja gede, giliran dikasih buku model Autumn in Surabaya udah nangis badai halilintar.
But that's my guilty pleasure. Aku ngerasa bersalah dengan me-relate kan semua kisah yang pernah aku baca dengan kenyataan, sambil mikir 'duh kapan ya begini' karena pada ujungnya aku juga bakalan mewek-mewek ala film sinetron. Kalo airnya ditaruh ember, mungkin cukup buat mandi satu keluarga.

But I'm not that type or girl that wasting time by crying. Toh, akhirnya aku diem-diem sendiri, ketawa lihat endingnya yang unexpected (aku ga bisa nebak akhir narasi), dan... Ya sudah. Aku ga bisa nyambungin itu semua sama kenyataan.
And that's my luxury time, menangisi keadaan. Rasanya? Kaya habis ketemu cowok ganteng idaman kamu, dan dia lagi senyum ke arahmu.
Mak-NYES! Bolong sudah kau punya jantung itu.

Number three.... Taking decision?
Aku ga bisa kasi itu judul, but this happen today. Pada akhirnya aku sadar, keluar dari suatu geng (geng apapun itu, sepertinya ..) bakal memberikan efek yang buruk, sekaligus baik. Holy Crap, semoga elo kerasa aja ya, kumpulan manusia yang bikin saya semakin ga bener.

Yah, as usual, freshman pasti masih hobby kumpul sama temen satu almamaternya dulu. Same too, here. Aku gak tau awal mulanya darimana, pada akhirnya aku jadi kumpul bareng mereka. They're so fun, exciting as fireworks, but hurt as hell. Nggak, mereka emang ga nyakitin aku. Tapi, pada akhirnya iya setelah aku keluar.

That decision which answering that who you are few years more, were based by your friends now.
I know who makes this worst, makes some of my friends suffering from this pain. Dan mereka, ga bakal pernah nyadar sakitnya dihina-hina, dijauhin begitu aja TANPA ALASAN. Okay, maybe there's a reason, cuma karena kita saling ga cocok, tapi toh lebih baik dijauhin daripada dihina-hina, kan?
Pilihanku beberapa minggu terakhir; menjauh dari mereka. Being me was the best way to hold on. Kalo sampai sekarang aku masih disana, resiko bakalan semakin banyak. First, aku jadi ikutan benci some of classmates. Second, aku bakalan jadi anak yang (makin) ga bener. Last, I'll hate myself.
Tapi, aku cuma gamau kejadian kelas 9 SMP terulang lagi. They're hating me, (egoism, moody, yes that's me.) and unfortunately, I have no friend. Aku cuma gamau temen-temen yang lain ngalamin hal yang sakitnya luar biasa. Told you, sakit di hati jauh lebih serem daripada sakit di badan. They're already told you, right? Revenge mission-nya emang belum jalan, karmanya udah disiapin sama yang di atas.

The point is, ambil keputusan yang tepat pake hati. Tapi, kalo pake hati resikonya emang duh-duh-duh, but you know what? Seenggaknya sesakit-sakitnya keputusan itu, masih bisa bersyukur karena pilihan sendiri.
Dan buat kalian, emang dasar pecundang yang nggak punya pendirian. Go fuck yourself, shitty little shit.
Last, i'm so sorry. Mungkin nulis gituan di blog termasuk hobby, yah? Toh mereka ga tau aku ada blog. I just can't hold this pain anymore, seriusan, sakit. Keledai sedang persiapan jatuh ke lubang yang sama, untuk ke sekian kalinya.

Eh iya, lagi pengen nulis cerpen. Ngga punya topik.
NB: Kapan jadian?

Sabtu, 26 Oktober 2013

Happy Indonesian Blogger day!

Yap, hari ini adalah hari blogger indonesia, well i'm not describing myself as a blogger, tapi kenyataannya.. sudah 2 tahun saya ngisi post-post ga jelas di blog pribadi, curhat kesana-kemari tanpa alasan yg jelas, but I'm just trying to be me.
Ngga ada yang salah dengan menjadi diri sendiri, kecuali itu bukan konsepsi mengenai siapa anda yg sebenarnya.

Maaf saya sedang absurd, soalnya lagi diburu waktu kena momen yang pas.

Maksudku, dalam hal ini, kalian copy-paste kepribadian orang lain, as long as it's good sih okela, sayangnya kadang-kadang kita trlalu berobsesi meniru kepribadian orang lain, yang belum tentu cocok sama kita. Hal tersebut didasari oleh keinginan kita menjadi pribadi yang lebih baik, tapi SAYANGNYA salah jalan (buatku). Ngga salah sepenuhnya, sih. Tapi resiko yang kita ambil ketika 'menjadi' orang lain lebih nyesek, karena bukan berdasarkan SIAPA SAYA.

Dan didasari oleh teori macam-apa-itu serta pengalaman, keputusan yang diambil orang lain untuk kita itu jaaaaauuuuh lebih menyakitkan kalo sampe kita menyesal.

And, here I am. Inilah aku, ditunjukkan dengan post-post yang ada. Random, ga jelas banget, pengangguran sok sibuk. But I'm so happy with it karena itu semua memang aku, bukan karena disuruh orang nge-blog (tugas sekolah. Haa!). Dan itu ga pernah aku sesali, karena memang keputusan menulis, jatuh cinta dengan dunia ini adalah pilihan aku sendiri :)

Okela daripada aku semakin random, dan karena post ini lagi ga punya tema (ada, tapi belom kepikiran nulis T.T) jadi .. Sekai lagi, HAPPY BLOGGING!

Buat blogger Indonesia, tetap semangat dalam nge post walaupun ga jelas :')

Minggu, 13 Oktober 2013

Perempuan Itu ..

Matahari baru saja bangkit dari peraduannya. Cahayanya masih malu-malu, namun seiring dengan berjalannya waktu, semakin teranglah ia. Embun mulai menghilang, kabut malam juga sudah tak terlihat lagi. Jalanan masih sepi, tak terlihat deru knalpot kendaraan warga kota. Hanya satu-dua orang yang terlihat berkendara. Musim liburan memang amat sangat terlihat jelas di kota ini. 

Beberapa orang sudah terlihat memenuhi jalanan. Taman kota mulai dipenuhi roda dua. Dari bapak penyapu jalanan yang amat sangat murah senyum, sampai ibu walikota yang jarang-jarang bisa dilihat disana. Dan yang pasti, perempuan itu. Pengunjung tetap taman kota. Perempuan itu masih saja sering datang berkunjung ke jalan di seberang taman kota. Perempuan yang sembab matanya, yang remuk redam hatinya, yang hancur harapannya. 

Tatapan matanya yang sejak dahulu selalu kosong. 

Rutinitas yang sudah ia lakukan selama 1 tahun terakhir; Setiap pagi, mengunjungi jalanan di seberang taman, lalu berjongkok selama beberapa saat, entah mengucapkan mantra atau doa, lalu tepat ketika matahari bersinar dengan sempurna, perempuan itu berdiri dan kembali ke kafe di sebelah taman.  

Ia selalu duduk di sudut ruangan. Menatap jam kakek, seperti menunggu seseorang. Kemudian perempuan itu membalik-balikkan buku yang ia bawa. Ia kembali menatap jam, menghitung detik demi detik, menggumamkan namanya perlahan-lahan, berharap ia keluar dari balik pintu putih itu. 

Tapi, yang ditunggu tak kunjung datang. 
Karena toh, pria itu sudah pulang ... sejak dahulu.

Dan tetap saja, perempuan itu duduk diam disana, sampai senja menutup senyumannya, berganti hari, berganti bulan, berganti tahun..
Perempuan itu tetap menggumamkan nama yang sama, memegang buku yang sama, menunggu orang yang sama

Sabtu, 05 Oktober 2013

Break the Rules, Get WILD!

Hi fellas! Lets welcoming the 10th months, OCTOBER. 

I'm not trying to be a WILD-WILD girls, or any kind of it. Seperti momen-momen sebelumnya, suatu saat aku dapet momen statik. Hidup jenuh banget rasanya, and when i'm trying to be wild......... efeknya bikin geleng-geleng.

As usual, I don't know how to start this post. Beberapa kali baca-baca gaya penulisan orang, coba cari gimana cara nulis yang enak, apa topik yang enak buat dibahas dan banyak dibaca orang (biar rank-nya naik, sih. Huahaha), coba cari APAPUN itu yang bikin perubahan. Aku coba transit (or some people said... blogwalking) ke blog-blog orang. Raditya Dika, Bena, Pandji, Alitt, dan kawan-kawannya. Bahkan blog temen juga dibacai satu-satu. Dan aku baru sadar kalo layout blog Raditya Dika jadi catchy abis. 

He's already breaking the rules, and I WANNA DO IT TO! 

Tapi nggak dalam bentuk penulisan aku menjadi gue, karena kesan aku terhadap kata-kata gue adalah... pretty cool. Kata-kata gue sangat cocok kalo dibikin tulisan dalam blog, but big NO. Dialek anak JKT banget. 

Some of the rules I want to break is:

Rabu, 25 September 2013

First Trip with XH!

Hee-ya! Sudah lama banget ga update blog, too busy do shitty things at school. And for now, aku bakalan isi blog dengan cerita waktu camping rohani di GSV prigen, with my neeew-classmates.

3 days off without PHONE (damnit I missed you), without music, but having so much fun time there! And, here it goes..

September 23rd, day one.
FIRST TIME I'M BEING LATE GEEZ. Ini kalo di ex-school, masih doa sih jadi yaa masuk aja nyelonong gitu who's care sih, but THAT MAN IS STANDING IN FRONT OF MY CLASS. WTF you doing out there? Dengan susah payah nyeret koper-ga-jelas-bentuknya turun ... jalan ke lapangan ... pake baju bebas yang sumuk banget. .. dijemur di lapangan 45 menit ... ga bawa buku tatib ... dan akhirnya kena poin MINUS 20. Ketertiban jadi B. Fak.
Thank God gaada pelajaran hari ini ( ada sih, cuma guru ga niat ngajar semua) Glory hallelujah banyak free time, keliling-keliling sinlui isi perut, and of course cuci mata.
What a beautiful grace pas banget waktu dia selesai OR, diriku dengan bahagianya di lapangan basket.... And he's opening his both hand, kaya mau kasih peluk gitu. Jadi ga rela pergi, demi apapun deh. We're chit-chat to each other at canteen, bareng temen-temen kelasnya yang habis OR juga, mereka orangnya seru-seru, udah keliatan kompak abis, belum mirip XH hiks hiks.

Sekitar jam 11 lewat we're taking off, tapi naik bus. Sepanjang perjalanan pasti temen-temen rame, but I was there sleeping peacefully, dengan seksinya ngowoh dan bikin kawah baru, entah si AV bener-bener foto aku ato nggak. Sampai di GSV dikasih briefing mengenai kegiatan di sana, dibagiin buku panduan atau whatever it is, trus memilih BuKampung-PakKampung, we're choosing Nia and Hans, sweet couple awaw :))
Lalu kita disuruh masuk 'kandang solidaritas,' pertama kali belajar solider lagi sama temen-temen. Pretty small, itu garasi mobil buat anjem. Yaa bayangin aja 40 anak dengan teganya dimasukin ke sana, makan sambil jongkok-jongkok ga jelas cerita ngalor-ngidul. Habis makan kita turun, buat yang udah tau GSV kita ngelewatin turunan dengan sin 1/2 alias 45 derajat, seriusan itu kalo lari, ga sempet nge-rem, tamatlah riwayat kalian -_- Dulu waktu masih SD kesana sih udah ada temenku yang jadi korban, badan merah semua kaya hellboy.
Kita masuk ke tenda masing-masing, untung musim ulat bulu sudah berlalu. Se tenda bareng Mindy, Tania, Chika. So much fun cuma orang 4, lainnya sampe 6. Sebenernya sih ada Kimmy yang pergi LKTD dan Marcellina yang katanya mabok habis minum Jack Daniels, Heinneken, or any type of it. Ada matras digantung di atas, matras duduk, dan peralatan makan seabrek serta tikar. Habis ngerapiin tenda, langsung cus mandi. Ada cetekan lampunya, tapi kok ga bisa nyala... Jadilah mandi di kegelapan. Acara dilanjutkan dengan upacara pembukaan sambil duduk, aku lupa waktu itu kita ngapain aja, but kalo ga salah acara udah menjelang malam, kita dibagiin lemet, sambil megang makanan superhaujek ini kita nulis what we're thank for, apa aja berkat yang udah diterima (adanya Allah dalam hidupku) dan apa yang ingin diubah (Mental cepat putus asa)
After that kumpul di lapangan sepakbola, malem-malem gelap soro, tapi kalo udah nengok atas beuhhhh buagus banget, bintang keliatan dimana-mana ga kaya Surabaya ga jelas banget gitu deh. Pak Laksmidi (pembina acara) minta kita buat cinta alam, karena apa yang kita berikan ke alam akan berimbas sama dengan apa yang alam berikan pada kita. Jadi, setelah kita duduk duduk di atas rumput, kita tiduran di rerumputan, ngeliat ke langit, what a beautiful night. And I wish he was there with me, laying on the ground, hold each other hand, dan hal-hal indah lainnya. Duh kapan ya ada kesempatan gitu lagi, just for me with him #laludigampar. Diajak juga buat dengerin suara-suara alam, sounds nice. Waktu kita duduk, di depan persis udah ada pemandangan bulan gedeee banget. Perfect!!
Acara selanjutnya, kami disuruh jalan satu-satu ke gua maria. I never been there, ta pikir ke gua maria GSV depan. Disuruh nulis pengalaman hari ini yang paling seru (ngeliat bintang di langit, katanya ada shooting star, mungkin waktu aku tidur) dan apa aja yang kurang aku syukuri dalam hidup (parents and 'daily bread') That's our pray, disuruh bacain satu-satu, untung kebagian baca awal-awal jadi setelah baca bisa langsung tidur #gamparlagi. Malam pertama masih bisa tidur dengan tenang. Karena pake celana training, yang besoknya dijadiin tumbal main lumpur.

September 24th, day two.
Untungnyaa saya tidak minat ke pasar dan bukan ketua tenda, jadi pagi-pagi molor banget, it was so damn cold!! Nungguin temen-temen masak, aku malah tidur. Maapin saya T^T. Di hari kedua memang kami masak sendiri, dapet duit dari visi-misi yang udah diajuin waktu kemarin malem sama ketua tenda, lumayan dapet 80k. Kita makan tempe, pindang, telor, kangkung dan nasi (pastinya) Bener-bener 4 sehat 5 sempurna.
Seusai makan, ada acara "Belenggu Kehidupan." Yaa jadi ceritanya inti kegiatan ini kita masih dibebani keinginan duniawi, nggak bisa fokus sama harapan kita. Seperti misalnya, murid kelas 10 kan harusnya fokus untuk naik kelas dan penjurusan, tapi tetep aja kita keluar jalur, dengan cara main game, have fun everywhere, etc. Ya gitu deh .. Ada game nya juga sih, kita disuruh ngarahin Hans Nia dengan mata tertutup buat ambil bola tapi dikasih godaan buat ambil snacks yang bisa dimakan kalo keambil. But what they need to do is pick up the ball, jadilah godaan itu sesuatu yang indah B-) Setelah kegiatan ini, kita dikasih waktu buat makan siang dan aktivitas tenda (makan, mandi, bersihbersih, etc.) Makan siangnya tempe (lagi) trus omellete-wannabe.
next is, OUTBOND TIME! Kita dibawa ke lapangan rumput, mainan game bertumbuh dalam keterbatasan. Yang pertama sih, disuruh bawa barang apapun yang bisa dibawa, trus ikut sama ketua kel. proses, lalu bikin menara dari barang yang dibawa. Karena kelompokku kebanyakan cuma bawa sandal, akhirnya bikin menara dari sandal. Lalu Bro Domi (kalo ga salah sih, lupa.) tanya sama kita, apa itu masih bisa dikembangin/ ditinggiin lagi? Semua jawab IYA kecuali kelompokku. Akhirnya kita disuruh ninggiin lagi, yaa lumayan lahi kelompokku masih bisa nambahin satu sandal diatas, naik 1 cm huahaha. Inti dari game ini adalah, barang-barang yang kita bawa itu=bakat dan fasilitas yang kita miliki; dengan apa yang kita miliki pasti bisa dikembangin.

And the next activities is the power of possitive teens, kita diajak pake sense aja. Mata anggota ditutup, disuruh jalan dari satu tempat ke tempat lain. Keliatannya juaaaauh banget, aslinya deket. Pake disiram air pula buat persiapan masuk lumpur. Habis disiram sempet di kelelerin, diem sambil gemeter-gemeter ga jelas. Aku sempet jatuh huahaha maapin yah Sergio, takut jalannya miring ga jelas gitu :)) Setelah jalan sekian lama akhirnya nyampe juga di tempat buat main lumpur. Sebagai kelompok yang dateng terakhir, hoki banget bisa main kalo menang langsung masuk final. And yes fortunately timku MENANG!! Badan lumpur semua, foto dengan coklat-coklat ga jelas di muka, but we're makin memories, right? Mandi kali ini menjadi mandi paling absurd, enak-enak mandi airnya berhenti .... krik krik banget deh di kamar mandi. But akhirnya air su dekat, jalan lagi deh.
Malem-malem badan udah capek, pegel, ngantuk, diajak mbahas apa-itu-aku-lupa, bareng sama Pak Laksmidi. Trus dilanjutin sama ngobrol bareng Wali Kelas. Waktu aku tanya apa dia pernah kecewa sama kelas XH, ternyata kecewanya sama aku dan temen-temen yang duduk di pojokan kelas, katanya banyak omong. Maaaaaappp Pak, khilaf :D

Dan acara terakhir yang paling seru adalah api unggun! Awalnya sih biasa aja, cuma duduk-duduk nyanyi-nyanyi, dan satu-persatu temen-temen masuk tenda, tidur. Aku? Begadang duongss. Bareng Bro Dias, bagiin snacks malem-malem, ditantang buat kasiin ke lawan-jenis favorit. Owen suapin ke Cicil; Cliff suapin ke Tania; sisanya ga liat. They're both are sweet couple on my class now. Karena nganggur, akhirnya diajakin main Truth or Dare bareng sama Bro. Sembari bermain, ada beberapa temen yang main gitar, ada juga yang pdkt :)) Kita saling ngakak bareng, karena pertanyaan-pertanyaannya cuma berkisar di antara orang yang paling ganteng di kelas, pengalaman memalukan, sama kapan pertama kali bokep-ing. Karena udah jenuh, waktu giliran Bro Dias yang kena, aku tanyain deh pengalaman paling 'creepy' dimana, kapan, dan blablabla. Dia cerita macemmacem, dan waktu itu tepat tengah malem. Hiks. Katanya, dua tahun yang lalu sempet ada kelas yang ajak jurit malam, and as a stalker, ketemu deh kalo itu kelasnya dia. Huahaha thanks to internet you're so kind .. Jam 1 malem aku masuk tenda, niatnya sih tidur dengan tenang, tapi karena cuma pake celana pendek sama jaket, akhirnya kaki jadi tumbal. Kebangun berkali-kali tiap malem, ga kuat, jam 2 udah nyerah. Ternyata di luar masih ada Celine, Fenny, Eric, Sergio, Aaron, sama Howard, pada ngisi perut. Mendekati jam 3, aku sama beberapa teman memilih untuk tidur. Untung udah dikasih anti-nyamuk, cuma ga ada anti dingin aja. Serasa tidur di kulkas kalo malem. Malam-malam tidur, dikasih pemandangan bulan dengan Halo dan bintang-bintang malam.. sambil membayangkan kalau dia juga disini.

September 25th, day three.
Pagi jam 6, tinggal aku sama Eric di luar. Yang lain udah pada lari-lari di lapangan main bola. Niatnya balik ke tenda, kasian Eric sendirian. Akhirnya lanjut tidur lagi, giliran bangun Eric udah ga ada. Ciyan. Balik ke tenda, lanjut tidur dengan bahagia... Jam 7 kita udah harus makan, trus bersih-bersih tenda sama area sekitar camp. Jam 10.00 semua udah selesai, kita packing dan balik ke atas. Naik ke atas dengan terseok-seok, tanjakan macam mana pula itu... Kita ngisi form sambil makan kue lumpur (we want MORE!) trus lanjut misa penutupan bareng anak kelas 12 IA3. Seusai misa, akhirnya bisa makan dengan LAYAK di tempat yang LAYAK pula. Bisa nambah es dawet-looks-alike berkali-kali. Jam 12 kita balik ke Surabaya, dan tiba dengan bahagia di Sinlui jam 2 siang.
Hokinya lagi, pulang masih bisa ketemu dia... Seneng banget waktu liat dia di kelas (waktu itu ga sengaja jalan di kantin, keliatan ada orang mirip dia sambil gandengan tangan sama orang lain. Karena ga pake kacamata langsung broken heart hikshiks) keluar sambil bawa HP dengan baterai PENUH. Ini suatu keajaiban huahaha bisa buat sms mama. Dan mama yang gatau-kalo-itu-hapesiapa, sms sambil bilang "Mizzzzz uuuuuuuu ceeeeee :* :* :*" For now, I'm so happy can see your smile, beberapa bulan terakhir adalah masa-masa yang indah :')

Akhirnya, kesimpulan yang bisa diambil dari acara ini adalah...
1. Belajar kerjasama, sabar, tolerir, solider, tanggung jawab dan hal-hal yang ada hubungannya sama team.
2. Mau berkembang dan punya tujuan. Harus fokus sama apa yang dituju, boleh belok tapi jangan u turn.
3. BERANI. Face your fears, lumpur yaudah dudukin aja.
4. Kalo pergi jauh, efek samping kangennya tambah gede. Hari biasanya aku pulang jam 2 juga ga ketemu dia, tapi giliran pergi kangennya tumpuk-tumpuk.
5. BERSYUKUR.

and this is the story of the first trip experience go with XH, selain ngikutin LOS dan Bazaar Sinlui yang ga ada ceritanya semua di Blog.

for you, yang mungkin udah lupa aku punya blog.. tau ga sih aku tiap hari pulang lewat dari jam dua?
#maaf #kalo #ga #jelas #mantan #anak #alay

Senin, 02 September 2013

reflective journal (?)

So here I am, distracted with nonsense assignment and still keep up with my laziness. I just don't believe I'll stay here for 3 years, try to make any achievement with that ASSignments.

And, HI!

Kesempatan kali ini, aku bakal nulis reflective journal yang dipelajari di sekolah dengan tidak jelas. Iya, nggak jelas. Udah, ga perlu dijelasin kenapa ga jelas nanti kalian bingung kenapa ga jelas #lho

Dan sepertinya, kali ini akan terasa seperti curhat, yang ga punya jawaban.

Sabtu, 17 Agustus 2013

What if...

Hei buddies! Btw busway, selamat hari minggu, dan juga selamat menikmati liburan terakhir!! �� Merdeka untuk Indonesia ke tahun ke 68!

Yok yok mari kita kembali ke tema. Sudah 3.5 abad akh belom update blog, habis ngelawan si pirang-pirang. Huahahaha >=)
Sudah 68 tahun kita merdeka, dan aku yakin belom sepenuhnya merdeka. What if waktu itu Sayuti Melik males ngetik naskah? What if waktu itu Soekarno masih molor sampe akhirnya status quo-nya Indo kecabut? What if..

Semua pertanyaan-pertanyaan sinting itu sepertinya hanya menghampiri saya. Sebagai generasi ke sekian, kita sudah cukup nyaman menikmati kemerdekaan yang udah diperjuangkan sama para pahlawan. Lah, toh sekarang kita masih belum merdeka dari yang namanya "Korupsi." Mental-mental mau enaknya aja, mental-mental pejuang duit (udah ga ada namanya pejuang kebenaran dan bongkot-bongkotnya itu)

Dan inilah what if yang mengerubungi kepalaku seperti lalat kemarin.

1. What if aku ga bicara sama orang taiwan itu.

Well, selama tanggal 16-21 sekolahku didatangi semacam sister schoolnya dari taiwan. For the most curious girl in the world, aku ngebet pengen ngomong sama mereka.
Unfortunately mereka gabung sama anak kelas 11.
But then i saw a group of them beside my principal.
Andaikan waktu itu aku ga ngelongok ke bawah ngecek name tag sambil baca kertas itu (didorong rasa ga tau malu dan pengen tau yang selevel sama orang idiot), mungkin mereka ga akan minta sama kepsek buat diajakin keliling sekolah.
And yeah i took them around the school, by speaking Chinese. Newbie gadungan yg les 7 tahun tapi ga bisa-bisa serasa dipercundangi sama kenyataan.
But yeah, what if waktu itu aku ga lewat ke sana dan bertemu dengan mereka? (Yang ternyata guru. Surprised by the reality :o )
What if setelah ngomong-ngomong sebentar aku langsung ngeloyor pergi?
What if mereka ga minta diajak keliling-keliling sekolah?

2. What if waktu itu aku ga angkat tangan mengajukan diri sebagai paskibra?
For the last 3 years, aku jadi paskibra di SMP. Best memories ever, karena itu lah mental aku dikuatkan buat minta jadi paskibra lagi di SMA (no other words describe my wishes)

Dan aku tau, 17an pasti butuh para mereka yang jadi pengibat bendera.
Dengan penuh ke-putus-asa-an aku udah ngerasa oohh no i'll never be, but what if waktu itu aku menyerah begitu saja?
Now i tell the world, kali ini aku jadi paskibra lagi.
What if aku ga angkat tangan waktu itu dan memilih pelajaran biasa?

3. What if waktu itu aku ga jadi minta dia stay at school.
Huahaha aku masih inget benar, waktu pulang sekolah (padahal habis ketemuan) aku minta dia di sekolah. Biasanya sih pasti langsung pulang, but hey, what if aku bener-bener minta dia pulang?
Karena aku minta untuk... foto bareng. Stupid request. Aku yakin biasanya yg minta foto pasti cowok. Itupun kalo udah pacaran. Sedangkan aku.... *dihantam kamera*
Untungnya dia mau, huahaha Thank God seriusan he's my kind of perfect.
Yeah, what if waktu itu dia nolak? :) no one knows.

Dan sebenernya masih banyak what if-what if yang lain, tapi 3 ter-muter(?) Ini lah yang bikin pusing.
What if hari ini aku ga bangun pagi? Aku ga bakal sempet update post ini.
What if that moment aku ga dibeliin HP? Hari ini aku ga bakal update apapun.

Yeah, for some reason, curiosity will take you beyond your imagination. Cukup bondo keingintahuan, kePDan luar biasa, dan keyakinan, then believe God had a plan for you, His best plans.
"Take the chance, do the best, and let Gos do the rest."